JAKARTA, TELISIK.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap faktor penyebab kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Baubau, Sulawesi Tenggara.

Ia menyebut masalah utama muncul dari dapur penyedia makanan hingga pergantian pemasok bahan baku yang belum siap menghadapi skala besar.

Menurut Dadan, kasus di beberapa daerah dipicu keterbatasan kemampuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang langsung ditugaskan memasak dalam jumlah ribuan porsi.

"Satu penyebabnya disebabkan oleh baru beroperasinya SPPG seperti yang di Bengkulu, makanya kami kemudian sarankan untuk SPPG baru mulainya bertahap," jelasnya di Jakarta Pusat, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (19/9/2025).

Ia mencontohkan, seharusnya proses adaptasi dapur dilakukan perlahan. Jika ada 20 sekolah yang menjadi target, hari pertama cukup melayani dua sekolah, lalu jumlahnya ditambah bertahap. Dengan begitu, kemampuan tenaga masak bisa menyesuaikan beban kerja.