Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai pergantian pimpinan tidak cukup dan pemerintah perlu menghentikan sementara seluruh aktivitas MBG untuk perubahan mendasar terhadap sistem pelaksanaannya. Peneliti The Indonesian Institute (TII) Made Natasya Restu Dewi Pratiwi mendorong pemerintah segera menuntaskan instrumen evaluasi keberhasilan MBG, termasuk kualitas gizi, kesesuaian menu, perubahan status gizi, dan perilaku makan sehat, dengan transparansi serta partisipasi masyarakat. Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil bahkan menuntut penutupan total dapur MBG dan pengalihan anggaran, dengan merujuk temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal indikasi markup harga dan dugaan manipulasi verifikasi kemitraan dapur.
Bayang-Bayang Korupsi dan Hasil Lab yang Ditunggu
Sorotan terhadap MBG juga tidak lepas dari perkara korupsi di tubuh BGN. Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua mantan wakilnya dicopot dari jabatan pada 2 Juni 2026, kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung pada 3 Juni 2026 atas dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun anggaran 2025-2026. Status tersangka dan penahanan itu belum merupakan putusan bersalah, dan pertanggungjawaban pidana masing-masing pihak masih harus dibuktikan di pengadilan.
Pada klaster terpisah, Kejaksaan Agung pada 9 Oktober 2026 menyerahkan lima tersangka beserta barang bukti perkara pengadaan 19.269 motor listrik, dengan 5.585 unit di antaranya dilaporkan tidak dilengkapi baterai, dan audit tertanggal 5 Oktober 2026 menunjukkan kerugian keuangan negara sekitar Rp863,85 miliar khusus untuk perkara tersebut. BGN sendiri pada 13 Oktober 2026 menghentikan operasional khusus terhadap 91 SPPG yang belum mengembalikan dana atas temuan pemeriksaan BPK. Anggaran MBG tercatat Rp85,27 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp268 triliun pada 2026, seluruhnya bersumber dari APBN.
Hingga laporan ini disusun, hasil laboratorium untuk Cirebon maupun Cisarua belum diumumkan. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyebut hasil pemeriksaan baru keluar minimal 3x24 jam. Kedua dapur penyedia dihentikan sementara, para korban telah ditangani, dan tidak ada korban meninggal dunia yang tercatat. Publik kini menunggu hasil laboratorium serta langkah nyata pemerintah: apakah pengetatan prosedur benar-benar berjalan di dapur-dapur MBG, atau insiden serupa kembali terulang.
