Dimana, tambah dia, sampah yang diterima itu macam-macam, mulai dari sampah plastik, botol, kertas hingga kardus dan sejenisnya.
“Sampah kita hargai Rp 5 ribu perkilogramnya. Nah, dari sampah tersebut kita buat tas, sandal, pot bunga. Dulu banyak yang beli, tapi sekarang karena pandemi sehingga jarang lagi ada yang mau beli. Sebab daya beli masyarakat juga ikut menurun karena pandemi ini,” tambahnya.
Sementara itu, pengurus Bank Sampah Al Faizin, Andi Munahida mengungkapkan, produk yang dihasilkan di Bank Sampah Al Faizin ini diantaranya, kerajinan tangan berupa tas, sandal, celemek, dan sebagainya.
“Dari hasil olahan sampah ini yang dijual. Namun saat ini daya beli masyarakat menurun karena pandemi, makanya kami hanya produksi saat ada permintaan saja,” ungkapnya. (B-Adv)
Reporter: Fitrah Nugraha
