“Kan kita kalau begini nggak mungkin sendiri. Biasanya ada satu atau dua laki yang jagain kita dan wanitanya lebih dari satu," ujarnya.
Baca Juga: Jalan Hidayah PSK Tinggalkan Dunia Prostitusi usai Dapat Tamu Sosok Ulama Ini
Dari sisi biaya, Amel menyebut apartemen jauh lebih menguntungkan dibandingkan hotel. Ia mencontohkan, tarif hotel yang minimal Rp 250.000 untuk satu kamar dinilai kurang efisien, apalagi mereka membutuhkan dua ruangan sekaligus.
Dengan biaya yang relatif sama, mereka bisa mendapatkan unit apartemen dengan dua kamar yang bisa digunakan sekaligus, baik untuk melayani pelanggan maupun sebagai tempat istirahat atau base camp.
Selain itu, penggunaan apartemen juga dianggap lebih aman dari risiko penertiban. Ia menyebut, potensi razia di hotel dinilai lebih tinggi dibandingkan apartemen yang aksesnya lebih terbatas.
