Setelah bertemu, terjadi perkelahian antara ER dan korban. Karena postur tubuh ER lebih kecil dibandingkan dengan korban, HE dan EY turut membantu ER dalam perkelahian tersebut.

Korban dipukul menggunakan bambu soft breaker, dan ketika korban mengancam akan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, ER menjadi gelap mata. Ia kemudian memukul korban lagi menggunakan botol bir dan batu, terutama ke bagian wajah.

Serangan tanpa henti tersebut menyebabkan korban tewas seketika. Setelah itu, jasad korban dibuang ke semak-semak bersama dengan motor dan helmnya.

Menurut keterangan Akp Nirwan Fakaubun, Kasatreskrim Polresta Kendari, Motif di balik tindakan pelaku, khususnya tersangka ER, adalah rasa cemburu yang mendalam.

Tersangka ER merasa cemburu karena korban merupakan mantan pacar dan kerap berhubungan intim dengan tersangka IN. Meskipun hubungan tersebut telah berakhir, korban masih sering menghubungi IN dan mengajak untuk berhubungan intim.