“Kepada pemerintah diperbaiki lah kalau bisa, kasian kami orang-orang yang lewati jalur sini. Kami saja yang biasa jalan kaki di bahu jalan, bisa kami dipepet, kemungkinan bisa kami disambar, rusak juga jalanannya, mana padat. Semoga tidak lagi ada kejadian seperti yang menimpa kami. Kasian anak-anak sekolah yang tiap hari lewat,” harapannya.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Labibia, Sugeng mengaku sudah pernah memasukan surat permohonan perbaikan jalan ke Bagian Umum Kantor Wali Kota Kendari, namun belum mendapat respon.

“Pertama di sini saya melihat memang sangat parah. Kita kerja bakti bersama masyarakat sambil kita memasukkan surat usulan untuk diperbaiki sejauh kurang lebih 2,5 km, termasuk drainasenya, mulai dari titik pertigaan sampai diperbatasan Konawe," kata Sugeng saat kami menemui dikantornya. Selasa (9/1/2024)

"Kita masukkan surat sudah satu tahun lalu ke Kantor Wali Kota Bagian Umum, dalam proses musrembang kita ajukan juga. Jalan yang sempit, volume kendaran pekerja tambang juga jadi penyebabnya kecelakaan,” tambahnya.

Sebelumnya, Senin (8/1/2024), tim Telisik.id mencoba melakukan konfirmasi terkait perbaikan jalan tersebut. Namun Erlis Sadya Kencana, Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, saat itu belum bisa memberikan komentar karena harus menghadapi suatu kegiatan.