"Kadang dapat Rp 50.000 sampai Rp 70.000 sehari. Dari pagi sampai sore, untuk makan sama kebutuhan lainnya," ujarnya.

Ibu sebenarnya memiliki beberapa anak. Namun, sebagian telah berkeluarga dan menjalani kehidupan masing-masing. Saat ini, dua anak masih menjadi tanggungannya. Salah satunya baru lulus SMA dan mulai bekerja, sedangkan anak lainnya masih duduk di kelas 3 SMA dan sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di Makassar.

"Sebenarnya banyak anakku, tapi ada juga yang sudah punya keluarga. Masih ada dua, satu baru lulus SMA dan baru mulai kerja, satunya lagi kelas 3 SMA dan sekarang PKL di Makassar," tutur Ibu.

Untuk beraktivitas di lampu merah Wua-Wua, Ibu lebih sering bepergian seorang diri. Jarak antara rumah kontrakan dan lokasi tersebut terkadang ditempuh dengan berjalan kaki. Sesekali ia menggunakan angkutan umum pete-pete.

"Biasanya sendiri saya pergi. Kalau pulang jalan kaki begitu juga perginya jalan kaki, kadang-kadang juga naik pete-pete," katanya.