"Dulu rata-rata pendapatan perkapita warga Konawe tahun 2013 hanya Rp 19 juta. Per 2022 kita sudah di angka Rp 34 juta. Makanya tidak heran kalau ruang-ruang pasar narkoba semakin terbuka," terangnya.
Kery menambahkan, maraknya peredaran narkoba akan jadi tantangan besar di Konawe, serta menjadi risiko dan PR besar bagi daerah yang tengah berkembang maju.
Kery mengimbau kepada para kades dan lurah untuk jeli dan proaktif terhadap peredaran narkoba. Ia ingin sinergi dengan aparat kepolisian bisa ditingkatkan dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang tersebut.
"Sekali lagi kami dukung dan berikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras Kapolres dan jajaran," terang KSK.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan seusai upacara bendera mengatakan, mewakili pemerintah mengapresiasi Kapolres Konawe beserta jajarannya yang telah berhasil mengamankan kejahatan narkotika di wilayah Konawe.
