Baca Juga: Gelombang Ketiga COVID-19 Dikhawatirkan Terjadi di Penghujung Tahun
Baca Juga: Kejar Herd Immunity, Wali Kota Kendari Minta Dinkes Sisir ASN Belum Divaksin
Dikatakan, sampah di Teluk Kendari tidak hanya dari aktivitas warga melainkan kapal yang bersandar dan saluran sungai yang membawa sampah dari gunung menuju ke laut. Dalam sehari, volume sampah yang terdapat di Teluk Kendari mancapai 1 ton.
"Sampah ini berasal dari warga setempat, ada juga kapal-kapal yang bersandar kemudian membuang sampah ke laut. Tidak hanya itu, saat hujan sampah dari gunung langsung turun ke laut, itu juga menjadi salah satu penyebab banyaknya sampah di Teluk Kendari, sehingga hampir semua sampah dari aktivitas warga berkumpulnya di Teluk Kendari ini," kata Sawal.
Adanya bangkai kapal di sekitaran pesisir Teluk Kendari juga menjadi permasalahan. Sawal mengaku minimnya anggaran membuat mereka kesulitan menangani hal tersebut. Karena bangkai kapal harus diangkut. Sehingga upaya sementara yang dilakukan adalah menghubungi pemilik kapal.
