Baca Juga: Ratusan Warga Rohingya Menetap di Deli Serdang, Ini Nasibnya Sekarang

“Sekarang hukum itu dipermainkan bahwa kekuasaan itu dapat dijalankan semau-maunya saja. No, no, and no!” kritik Megawati.

Menghadapi Pemilu 2024, Megawati meminta seluruh masyarakat agar tak tergiur dalam memilih pemimpin. Tapi berdasarkan rekam jejak moral dan etika.

“Jangan hanya melihat sosoknya tetapi pikiran dan hatinya harus menjadi satu. Cermati rekam jejaknya, moral dan etikanya, tanggung jawabnya, dan kemampuan memahami harapan lebih dari 270 juta rakyat Indonesia,” harap dia.

Pemilu merupakan sarana bagi rakyat Indonesia untuk menyampaikan aspirasi politiknya. Karena itu, menurut Megawati, masyarakat harus mempertimbangkan secara matang pemimpin yang akan dipilih.