Sementara itu, Ketua BEM FISIP UHO, La Ode Muh Yamin mengatakan, harapan besar tentu kepada pihak Kesbangpol guna stabilisasi demokrasi yang ada di Sulawesi Tenggara agar tetap terjaga.

"Kita paham bersama bahwa Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara terdiri dari berbagai suku, ras dan agama, maka dari itu stabilitas politik itu tergantung bagaimana bisa menghadirkan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Secara umum di Indonesia  efek pembelahan pada masyarakat yang merupakan dampak dari politik tahun 2019 itu masih sangat terasa sampai saat ini. Perang ideologi misalnya sampai saat ini masih menjadi momok buruk bagi bagi masyarakat republik ini.

"Semua stakeholder terutama pemerintah harus menjadi penengah, mengambil tanggung jawab penuh terhadap beberapa permasalahan yang terjadi, guna melahirkan keadilan antara pihak satu dan pihak lain," terangnya.

Baca Juga: 100 Ton Minyak Goreng Bakal Mendarat di Sulawesi Tenggara Bulan Ini, Prioritas untuk UMKM