Masyarakat manusia adalah sekumpulan individu yang hidup bersama, bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati dalam lingkungannya. Sebagai alat negara, sebagaimana UU No. 2 tahun 2002, Polisi berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

Manusia dalam hubungannya dengan sesama membentuk masyarakat. Sementara antropologi, secara sederhana, dapat dikatakan merupakan ilmu yang memelajari segala macam seluk beluk, unsur-unsur, kebudayaan yang dihasilkan dalam kehidupan manusia.

Bagi Pak Koen, antropologi, sebagaimana sejarah asal-usulnya, adalah ilmu yang bersifat terapan. Artinya, ilmu antropologi digunakan untuk menganalisis dan mencari solusi dari masalah konkret. “…penyelesaian masalah negara dan kebangsaan ini terlihat jelas dalam berbagai karya tulisnya. …”, tulis R. Yando Zakaria dalam “Mencegat Pak Koen di Taman Sastra” (Frieda dkk (ed), 2023: 189).

Pak Koen semasa hidup selalu tampil sederhana dengan kemeja putih lengan pendeknya saat mengajar. Ia bermula mengajar SMA, kemudian menjadi guru besar antropologi yang juga mengajar di PTIK pada zamannya. Kapolri ke-5 Hoegeng adalah alumni pertama PTIK, yang tetap sederhana dan baru mau dituliskan nama lengkapnya Hoegeng Iman Santoso di batu nisannya.

Tentang klik-klikan yang dilontarkan Presiden Jokowi, rasanya, akan terjawab bila para Bhayangkara berpikir idealis-pragmatis dan hidup sederhana di tengah-tengah masyarakat yang masih cenderung meniru atau sebaliknya mencemooh. Tetapi tentu, Bhayangkara yang ahli di bidangnya.