Oleh: Zaenal Abidin
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia Periode 2012-2015
HUBUNGAN kesehatan dengan negara kesejahteraan kembali diungkapkan oleh dr. Ario Djatmiko dalam suatu diskusi bertajuk, “Kesehatan dalam Pusaran Debat Pilpres 2024,” beberapa waktu lalu. Menurutnya dokter spesialis bedah onkologi senior ini, ideologi kesehatan itu hanya dua, yakni liberal dan welfare state.
Sebagai bangsa Indonesia tentu saja kita akan memilih ideologi welfare state dan tidak akan memilih ideologi liberal atau pasar bebas. Mengapa tidak memilih ideologi pasar bebas? Karena penulis cukup percaya bahwa para elit dan pemimpin bangsa saat ini masih menghormati Bung Karno sebagai pendiri dan proklamator Indonesia.
Kata Bung Karno, “usaha mencapai keadilan dan kesejahteraan tidak boleh dipercayakan kepada pasar bebas, yang berbasis individualisme-kapitalisme, karena Indonesia mengalami pengalaman buruk penindasan politik dan pemiskinan ekonomi yang ditimbulkan oleh kolonialisme. Pasar bebas adalah perpanjangan tangan dari individualisme-kapitalisme.”
