Triadi juga mengaku, kadang ingin menjadi pendonor darah untuk mereka yang membutuhkan, namun terkendala oleh berbagai hal.

“Kadang saya mau mendonor, tapi kadang tidak sesuai, baik golongan darahnya atau lokasinya juga, misal saya di Unaaha, yang butuh darah itu ternyata di Kendari, atau kadang juga yang share itu tidak sesuai dengan golongan darahku,” ucap Triadi, Selasa (17/1/2023).

Setelah berdiskusi bersama dengan Adhan yang rupanya memiliki keresahan yang sama, cikal bakal dari Sodarah pun terbentuk.

“Saya cerita dengan teman (Adhan), ternyata satu frekuensi, dia juga merasakan masalah yang sama, jadi dari situ kita mulai mendevelop aplikasi dan mengajak teman-teman, komunitas-komunitas, maupun stakeholder yang lain,” ungkap Triadi.

Berdiri sejak Agustus 2022 lalu, aplikasi Sodarah kini dikelola oleh 7 orang anggota dan telah dikenal oleh berbagai stakeholder strategis, seperti Rumah Sakit Bahteramas, Dinas Kesehatan Kendari, Palang Merah Indonesia (PMI) di berbagai daerah termasuk di luar Sulawesi Tenggara, Diskominfo Sulawesi Tenggara, komunitas kerelawanan, komunitas olahraga, dan UKM PMR kampus.