"Di meja KMB itu ada perwakilan sekjen PBB yang terus menghadiri sidang. Jadi kedaulatan itu bukan diberikan pada Belanda melainkan ke KMB. Apabila KMB mengembalikan lagi kedaulatan itu bagaimana?," tanyanya.

Lebih jauh, ia mengatakan, eksistensi 18 kesultanan yang ikut bergabung dalam NKRI tak bisa diabaikan oleh negara. Sebab kesultanan tersebut sangat berperan penting dalam negara kesatuan saat ini.

Di tempat berbeda, pemerhati budaya Buton yang juga tokoh masyarakat Kepton, Samsu Umar Abdul Samiun mengatakan, jauh sebelum NKRI menerapkan sistem kepartaian, kesultanan Buton lebih dulu menerapkan itu.

Saat itu, partai tersebut disebut sebagai Kamboru-mboru talu palena atau tiga kelompok bangsawan berasal dari Kaomu. Ketiga kelompok tersebut adalah kombewaha, tapi-tapi dan Tanailandu. Dari kelompok inilah Sultan Buton lahir.

Baca juga: Benteng Kesultanan Buton, Tak Ditembus Belanda hingga Masuk Guinness World Record