Pada kurun waktu 15 tahun (2001-2015), peran perempuan dalam aksi terorisme lebih pada invisble rules atau di belakang layar,dimana mereka bertugas sebagai operasional fasilitator, pembawa pesan, dan perekrutan namun juga berkembang juga sebagai alat propaganda, karena mereka memang berada di bawah radar.
Peran perempuan mulai bergeser dari visible rules menjadi pelaku aktif ”pengantin” terlihat turut andil dalam aksi mereka sejak tahun 2016, Dian Yulia Novi akan beraksi di depan Istana Presiden dan seterusnya.
Pada malam tahun baru 2017, Ika Puspitasari ditangkap polisi karena terbukti merencanakan aksi melakukan bom bunuh diri di Bali.
Maret 2019, Marnita Sari Boru Hutauruk alias Solimah, istri Asmar Husain alias Abu Hamzah yang meledakkan diri saat dikepung Densus di Sibolga.
Dewi Anggraini, yang merupakan istri Rabbial Muslim Nasution (pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan), berencana melakukan aksi bom bunuh diri di Bali pada November 2019.
