Pemerintah Kota Kendari terus menggandeng berbagai pihak, termasuk stakeholder di lingkungan pemerintahan, untuk bekerja sama dalam meningkatkan akses air bersih di masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut. Selain itu, pembersihan lingkungan secara menyeluruh juga menjadi bagian dari upaya ini, guna memastikan sumber-sumber air tetap terjaga kebersihannya.

Kasus stunting seringkali disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap air bersih. Air kotor yang dikonsumsi dapat membawa berbagai penyakit, seperti diare dan cacingan, yang pada akhirnya mengganggu proses penyerapan gizi dalam tubuh anak.

Padahal, penyerapan gizi yang optimal sangat diperlukan dalam masa pertumbuhan, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan Bahasa. Ketika anak sering mengalami diare, misalnya, banyak nutrisi penting yang hilang dari tubuh, salah satunya Zinc, yang sangat dibutuhkan untuk regenerasi usus.

Data menunjukkan bahwa penurunan angka stunting di Kota Kendari cukup signifikan. Pada tahun 2021, angka stunting berada di angka 24 persen, namun berkat berbagai upaya yang dilakukan, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 19,5 persen.