Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan

PASCA Ganjar Pranowo ditetapkan sebagai calon presiden (capres) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bandul koalisi mengalami pergerakan. Wacana Koalisi Besar yang direncanakan oleh sejumlah partai-partai politik pendukung pemerintah, yang juga telah disetujui oleh Presiden Jokowi, berakhir berantakan.

PDIP yang mengumumkan mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres, disinyalir melakukan pengumuman itu bukan hanya dipercepat tetapi juga sebagai bagian dari strategi politik. PDIP berhasil menghancurkan impian wacana Koalisi besar juga sekaligus membuat kisruh soliditas beberapa koalisi yang telah terbentuk.  

Sebelum PDIP melakukan pengumuman itu, PDIP terlihat pasif tanpa pergerakan, sebaliknya delapan partai lainnya yang berada di parlemen melakukan pendekatan dengan membentuk koalisi seperti, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (Partai Golkar) membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).