Hanya saja, ternyata Airlangga dipermalukan. PPP malah menyeberang kepada PDIP pasca Ganjar Pranowo diumumkan sebagai capres PDIP.
KKIR Masih Gamang
KKIR punya problematika sendiri. Gerindra enggan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres pendamping Prabowo. Sehingga ditenggarai proses penentuan pendamping Prabowo tersendat dalam membangun komunikasi untuk kesepakatan.
Peluang ini yang coba dimainkan oleh Airlangga Hartarto, karena rasa malu dirinya, sudah berkoar-koar, amat yakin dirinya akan mendampingi Prabowo, disinyalir Golkar mencoba melakukan kepada Prabowo dan Gerindra, agar meski wacana koalisi besar gagal tetapi peluang itu tetap meski dilakukan.
Prabowo diyakini enggan juga bersama Airlangga Hartarto sebagai pasangan calonnya di Pilpres, tetapi Prabowo menyambut dengan senang hati jika Golkar bergabung dengan KKIR. Hanya saja, ternyata menimbulkan kekecewaan yang tidak menonjol dipermukaan terhadap Muhaimin Iskandar.
