Lahan yang masih terbakar itu berasal dari Sumatera Selatan sekitar 5.194 hektare, sementara di Jambi sekitar 2.025 hektare. Sedangkan di Riau, BNPB tidak lagi menerima laporan karhutla sejak beberapa waktu terakhir. (Republik/22/10/2026).

Biang Keladi Terjadinya Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum juga selesai penanganannya. Masyarakat masih harus berhadapan dengan tebalnya kabut asap yang buruk.

Di tengah masyarakat yang masih berjibaku menghadapi asap, muncul pula wacana pemanfaatan sekitar 12,7 juta hektare lahan yang disebut sebagai hutan rusak untuk pengembangan perkebunan sawit.

Analisis data spasial WALHI menemukan setidaknya 807 titik panas pada Kawasan Pengembangan Pangan dan Energi, yakni program strategis nasional di Merauke, Papua Selatan. Data bicara lebih jujur dari sekadar “musim kemarau”.