Jangan sampai setiap tahun, cuma sibuk menghitung luas lahan yang terbakar, tanpa pernah serius menghitung siapa yang paling diuntungkan setelahnya.

Inilah pentingnya kita melihat akar masalah mendasar terkait persoalan karhutla, terutama dengan melihat hubungan antara penguasaan lahan, ekspansi perkebunan kelapa sawit, kepentingan ekonomi, dan sistem kapitalisme.

Dalam perspektif kapitalisme, sumber daya alam sering kali diperlakukan sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyangga kehidupan dapat berubah menjadi objek investasi, sementara tanah yang telah terbakar berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan produksi.

Oleh karena itu, persoalan karhutla perlu dianalisis bukan hanya dari sisi penyebab teknis, tetapi juga dari sisi sistem ekonomi dan kebijakan yang mengatur penguasaan serta pemanfaatan sumber daya alam.

Kapitalisme telah mengizinkan swasta untuk menguasai SDA sehingga mudah bagi para kapitalis untuk membuka lahan dengan pembakaran. Karhutla bukan sekadar persoalan kebakaran hutan.