Oleh: Rima Septiani, S.Pd

Aktivis Dakwah

TRAGEDI banjir bandang dan tanah longsor yang kembali melanda Sumatera Barat, dengan korban jiwa dan kerusakan yang meluas, bukan hanya sekadar fenomena alam. Tragedi ini adalah alarm keras yang berulang, sebuah peringatan bahwa bencana alam yang masif kini seringkali berakar pada bencana keserakahan manusia itu sendiri.  

Berdasarkan situs BNPB, Minggu (4/1/2026), total korban meninggal akibat bencana di tiga Provinsi tersebut sebanyak 1.177 jiwa. Sementara itu, sebanyak 148 orang masih dinyatakan hilang.

Sebanyak 11 daerah Kabupaten di pulau Sumatera masih berstatus tanggap darurat. Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, 11 daerah itu meliputi Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.(Kompas/5/1/2026).