KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Bencana banjir bandang yang menerjang 3 kecamatan dan 11 desa pada Kami (17/12/2020) malam di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), membuat aktivitas pelayanan di perkantoran lumpuh.
Semua Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang. Hal tersebut dilakukan untuk pembersihan sisa material berupa kayu serta lumpur yang menggenangi rumah warga.
Tidak terkecuali Bupati Kolut, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kolut, Buhari, S.Kel.,M.Si berserta Forkopimda yang terlibat langsung memantau aktivitas masyarakat terdampak banjir bandang di Kecamatan Wawo, Rante Angin, dan Lasusua, Jumat (18/12/2020) kemarin.
Ketua DPRD Kolut, Buhari mengungkapkan, perlunya kesatuan pikiran dan pandangan antara Pemerintah Daerah, legislatif, dan Forkopimda dalam upaya penanganan banjir kedepannya, sehingga dampak musibah ini dapat diminimalisir.
"Jadi yang ingin diminimalisir itu dampaknya ya, bukan musibahnya. Karena musibah berupa bencana alam itu sudah kehendak Allah SWT, manusia tidak bisa menolaknya. Kita cuma berupaya agar tidak terjadi dan kalau terjadi dampaknya bisa diminimalisir," kata Buhari kepada Telisik.id, Sabtu (19/12/2020).
