KENDARI, TELISIK.ID – Presiden Joko Widodo berambisi menargetkan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia bisa mencapai 90 persen sampai akhir tahun 2024. Angka ini disampaikan dalam Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.
Untuk mencapai terget yang ditetapkan, para pelaku industri jasa keuangan berbondong-bondong gemborkan sosialisasi tentang literasi dan inklusi keuangan di seluruh daerah di Indonesia, tak terkecuali Sulawesi Tenggara.
Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh mendukung penuh aktivitas inklusi keuangan itu. Akan tetapi politisi PAN tersebut, mengimbau para perbankan dan pelayanan jasa keuangan lainnya, untuk menyediakan lebih banyak produk kredit yang produktif dibandingkan konsumtif.
Baca Juga: Dinkes Rahasiakan Gudang Penyimpanan Alkes RS Antero Hamrah Kendari, Komisi III Bereaksi
Menurutnya, apabila masyarakat lebih condong untuk melakukan kredit produktif, hal tersebut akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kredit yang disediakan, masyarakat dapat menggali potensi ekonomi secara maksimal pada setiap sektor yang di sasar.
