Tidak hanya itu, Buya adalah sosok yang sangat disegani. Para politisi akan sangat mendengarnya. Bahkan tidak jarang, mereka datang secara khusus untuk meminta nasehat. Seperti biasa, Buya akan menyampaikan nasehat secara tegas, lugas, dan bermartabat. Dia memberi nasehat bukan untuk mengharapkan sesuatu. Semuanya selalu dilakukan dengan ketulusan.
"Sikap ini terpatri sejak lama. Mungkin karena pengalaman hidup yang dijalaninya. Dia menganggap apa yang diraihnya hari ini jauh dari apa yang pernah dibayangkan sebelumnya," ucapnya.
"Dulu beliau sangat susah. Sampai-sampai, beliau pernah bilang seperti ini: Kalau bukan karena belas kasihan ombak, maka tidak mungkin saya terhempas ke tepian pantai. Begitulah ungkapan yang disampaikan untuk menggambarkan keprihatinan hidupnya," bebernya.
Baca Juga: PKB Sodorkan Capres Gus Muhaimin Jika Gabung Koalisi, Ini Jawaban Menohok Kubu KIB
Ia menambahkan, kecintaan Buya pada bangsa ini adalah bagian dari rasa syukurnya. Dia merasa bahwa berbagai ketidakadilan, kesenjangan, konflik dan kekerasan harus diakhiri. Indonesia harus menjadi rumah bagi semua. Tidak boleh ada diskriminasi. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Semua harus diperlakukan sama, setara, dan adil.
