Namun demikian, kata Saleh, permintaan menurunkan harga PCR itu dinilai tidak menyelesaikan masalah. Sebab, biaya test PCR tetap saja akan membebani.
Apalagi, yang dibebani adalah para penumpang yang menggunakan transportasi udara. Faktanya, tidak semua orang yang naik pesawat memiliki dana yang berlebih.
Masih banyak orang yang merasa berat dengan beban membayar test PCR.
"Belakangan ini, tuntutannya kan menghapus persyaratan test PCR bagi penumpang pesawat. Nah, kalau hanya diturunkan dan diperpanjang masa berlakunya, akar masalahnya belum tuntas. Orang-orang tetap masih harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar test PCR-nya," imbuhnya.
Sejalan dengan tuntutan itu, Saleh meminta Presiden Jokowi, segera mengevaluasi kebijakan wajib PCR bagi penumpang pesawat.
