“Hanura tidak mau banyak merawat orang-orang bermental benalu, merepotkan partai dan rakyat nantinya.,” tegasnya.
Sebelumnya, Forum Penyelamat Partai Hanura Sulawesi Tenggara meminta DPP untuk segera menonaktifkan WON, Muhammad Rum dan menunjuk caretaker Ketua DPD Hanura Sulawesi Tenggara hingga terlaksananya musyawarah daerah luar biasa sebelum Pemilu 2024.
Baca Juga: NasDem Sebut Dukungan ke Anies di Pilpres 2024 Berdampak Elektabilitas Partai Turun
Ketua Forum Penyelamat Partai Hanura Sulawesi Tenggara, Sukma Kutana menyebut, jumlah pengurus DPD dan DPC se-Sulawesi Tenggara yang dipecat berdasarkan laporan, telah mencapai 148 orang.
“Di DPC itu ada 5 kabupaten/kota yang diberhentikan secara tiba-tiba seperti Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kota Kendari, Konawe Kepulauan dan Muna Barat. Yang dipecat adalah pengurus dan kader Partai Hanura yang punya potensi untuk memenangkan Partai Hanura di pemilu dan pilkada serentak nanti,” ucap Sukma Kutana. (B)
