JAKARTA, TELISIK.ID - Peningkatan kualitas karya jurnalistik yang dihasilkan media siber adalah kunci paling efektif untuk menangkal ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks yang merupakan ekses negatif dari perkembangan platform digital.

Karya jurnalistik yang bermutu semakin dibutuhkan di tahun-tahun politik menjelang Pemilu 2024.

Demikian antara lain ditegaskan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa ketika berbicara dalam diskusi bertajuk "Media Sosial untuk Optimalisasi Tingkat Partisipasi Pemilih Millenial" di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Selain Teguh Santosa, dua pembicara lain dalam diskusi itu adalah akademisi Universitas Multi Media Nusantara Nona Evita dan Communication Spesialist Institut STIAMI Geofakta Razali.

Komisioner KPU RI, August Mellaz yang mengepalai Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, juga hadir dan memberikan pandangan dalam diskusi tersebut.