JAKARTA,TELISIK.ID - Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, pihaknya tengah menggugat presidential threshold (PT) atau ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen.

La Nyalla meminta batas diturunkan menjadi 0 persen. Menurut dia, presidential threshold setinggi itu akan membuka lahirnya calon presiden boneka.

“Presidential threshold 20 persen itu mengakibatkan biaya politik menjadi tinggi. Sangat mahal. Biaya politik tinggi menyebabkan adanya potensi politik transaksional. Ujung-ujungnya adalah korupsi," kata La Nyalla saat bertemu Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

La Nyalla menyebut, alasan ambang batas ditiadakan atau turun menjadi 0 persen, tidak akan ada lagi demokrasi di Indonesia yang diwarnai dengan biaya politik yang tinggi.

"Presidential treshold setinggi itu akan membatasi munculnya tokoh dan figur terbaik bangsa dari berbagai elemen untuk jadi pemimpin,” kata La Nyalla.