Merujuk pada ketentuan pasal 263 KUHP, lanjut pria asal Desa Lanto Kecamatan Mawasangka Tengah itu, kalau kepemilikan ijazah Sarjana Ekonomi Bupati Buton Tengah, Samahudin, sama sekali tidak dapat diancamkan dengan pemalsuan surat, karena ijazah itu secara legal dikeluarkan oleh Kampus STIM-LPI Makassar, setelah orang nomor satu Buteng itu menyelesaikan perkuliahan dengan 156 SKS, mengikuti ujian skripsi hingga mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi.
"Berdasarkan informasi yang saya baca dari media online, bahwa pihak Kampus STIM-LPI Makassar mengakui kalau ijazah itu dikeluarkan oleh Kampus STIM-LPI Makassar setelah beliau (Samahudin, red) menyelesaikan 156 SKS, mengikuti ujian skripsi hingga akhirnya mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi. Nah, kalau demikian dimana yang palsu?Kalau misalnya ijazah itu dibuat beliau sendiri, atau dibuat orang lain yang tidak memiliki kewenangan untuk itu, atau dikeluarkan oleh lembaga pendidikan yang tidak memiliki izin dan tidak terakreditasi ya bisa jadi dikatakan palsu. tapi kan tidak demikian," terang Adnan.
Lebih lanjut mantan Ketua BEM Hukum Universitas Muhammadiyah Buton itu menilai, laporan atas dugaan kepemilikan ijasah palsu yang ditujukan kepada Samahudin tidaklah cukup hanya dengan berbekal surat bernomor: 4437/K9/.03/2016 tertanggal 20 Oktober 2016 yang dikeluarkan (Kopertis) Wilayah IX Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, apalagi dalam surat itu sama sekali tidak menyatakan kalau ijazah Samahudin itu palsu. Tuduhan kepemilikan ijazah palsu itu bisa beralasan bila pihak kampus STIM-LPI Makassar mengaku tidak pernah keluarkan ijasah itu.
Pria yang akrab dengan sapaan Tejo mengaku sangat menyayangkan adanya laporan terhadap Samahudin, seharusnya kata dia sebagai Putra Buteng sekarang ini sudah saatnya untuk saling bahu-membahu menyumbangkan kontribusi pemikiran demi lancarnya penyelesaian program Samatau dalam kurun waktu lima tahun masa jabatannya.
"Saya juga tidak punya kepentingan apa-apa. Tapi dengan melihat perkembangan Buteng saat ini kita sebagai masyarakat Buteng seharusnya kita bersyukur dengan kepemimpinan Samatau. Janganlah kita ganggu konsentrasi beliau, mestinya kita beri dukungan penuh agar programnya selama lima tahun ini dapat diselesaikan dengan baik," tutupnya.
