Tidak hanya itu, Ketua Tamalaki Patowonua bahkan menduga ada oknum anggota DPRD Kolut yang menerima suap dari perusahaan tambang.  

Baca juga: Target Rp 150 Juta, Dispar Muna Hanya Menyumbang Rp 7 Juta

Baca juga: Bila Zona Oranye, Pemda Wakatobi Larang Salat Idul Adha di Masjid

"Hari ini DPRD Kolut tidak independen dan kami menduga ada suap yang diterima oleh oknum-oknum DPRD Kolut dari perusahaan tambang. Kami juga melihat hari ini DPRD Kolut tidak menghargai kearifan lokal masyarakat Tolaki yang ada di Kolut," tegasnya.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Syair, S.Sos membantah tudingan ada dana tambang yang mengalir ke oknum-oknum tertentu.