Disinggung mengenai penilaian etika yang harus dijunjung tinggi bagi seorang pemimpin yang memunculkan debat panas antara Anies dan Prabowo, Airlangga mengatakan, etika tidak menilai orang lain.
“Kita tidak pernah menilai orang lain. Terakhir kita dinilai pada sata kuliah nilainya tidak 1 sampai 5, tetapi ada variasi-variasi tertentu sehingga dengan demikian itu tidak relevan,” kata Airlangga yang partainya tergabung di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo-Gibran.
Airlangga kemudian menilai Prabowo sebagai seorang patriot yang telah dibuktikannya lewat sejarah lalu menjadi Ketua Umum Partai Gerindra. Namun, dia enggan menyebut era sejarah Prabowo sebagai patriot.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga tergabung di dalam KIM, menganggap hal biasa dalam perdebatan masing-masing pihak mencari kelemahan. Dia tak menampik adanya keterbatasan bagi Prabowo selama menjabat sebagai Menhan.
