Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, JMSI Singgung Peran Media Nasional di Belakang Capres

Dia menggarisbawahi, kedaulatan pangan dapat dipahami sebagai kebijakan terukur dan massif dalam mempromosikan kembali sektor pertanian, memperkuat  kelompok petani, dan membangun pedesaan.  

Teguh menambahkan, pedoman kebijakan luar negeri untuk menjadi tetangga yang baik dapat mempromosikan pendekatan-pendekatan baru dengan dimensi kolaboratif di tengah pergaulan intenasional yang semakin menantang.

“Kedua hal ini menurut kami memiliki kaitan erat satu sama lain. Kedaulatan pangan memungkinkan Indonesia mempraktikkan politik bebas aktif sekaligus menjadi tetangga yang baik di arena internasional,” beber Teguh.

Topik food sovereignty dan good neighbour sangat penting diperbincangkan dengan melihat pengalaman Korea Selatan yang merupakan sahabat lama Indonesia. Apalagi kedua negara tersebut telah bekerja sama dibanyak bidang dalam kerangka kesejahteraan bersama dan perdamaian dunia.