Di saat bersamaan, satu per satu negara anggota PBB mencabut dukungan mereka pada negara boneka yang dibentuk Polisario dan Aljazair.

Berdasarkan berbagai perkembangan terbaru ini, Teguh pada akhir pernyataannya mengatakan yakin konflik ini akan berakhir dengan damai.

Baca Juga: Ini Dia 10 Hotel Terbaik di Dunia, Ada dari Indonesia?

Dikutip dari Kompas.tv, sengketa Sahara Barat bermula tahun 1975, ketika penguasa kolonial Spanyol meninggalkan wilayah tersebut, memicu perang selama 15 tahun antara Maroko dan gerakan Polisario yang mencari kemerdekaan di wilayah tersebut.

Rabat mengendalikan hampir 80 persen Sahara Barat dan menganggap seluruh wilayah yang kaya fosfat dan perikanan itu sebagai wilayah kedaulatannya.