Rabat, ibu kota Maroko menganjurkan otonomi terbatas untuk wilayah gurun yang luas tersebut. Sementara Polisario yang didukung Aljazair berjuang untuk kemerdekaan dan menuntut referendum di bawah pengawasan PBB mengenai penentuan nasib sendiri. Namun demikian, referendum tersebut belum pernah terjadi.
Sejak akhir tahun 2020, Polisario (organisasi pergerakan kemerdekaan Sahara Barat) mengklaim sedang "berperang dengan alasan yang sah" dan menyatakan seluruh Sahara Barat, termasuk daratan, laut, dan udaranya, sebagai "wilayah perang." (B-Adv)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Kardin
