Untuk saat ini sudah masuk pada tahap pertanggungjawaban pengelolaan anggaran tersebut.

Hanya saja, pihaknya yang bertindak sebagai pengelola mengalami keterbatasan dan gerakannya pun juga terbatas. Hal tersebut diakibatkan adanya COVID-19, sehingga pertanggung jawaban anggaran tersebut juga jadi terlambat.

"Inilah yang terjadi, sebab kadang teman-teman ingin mengirim bahan makanan di satu OPD, tapi OPD yang dituju pun malah tutup karena harus di-lockdown untuk memutus penyebaran Virus Corona. Makanya, dalam melakukan tata kelola juga mengalami kendala untuk berkoordinasi dengan pihak OPD," imbuhnya.

Apalagi, lanjut Isma, beberapa hari belakangan ini banyak terhambat dari Inspektorat yang ditutup karena ada yang positif Virus Corona, sedangkan sekretariat pelaksana review anggaran COVID-19 ada di sana.

"Memang ini cukup mengganggu tata kelola. Tapi, hal ini juga tidak bisa kita salahkan karena ini adalah sebuah musibah," ujarnya.