Dudur adalah lambang ke arah cita-cita kesempurnaan hidup melalui lambang bandoga.

Balok atau soko bindi lambang mencapai cita-cita kesempurnaan hidup melalui lambang gonjo.

Sirah gada melambangkan kesempurnaan senjata yang ampuh, sempurna baik jasmani dan ruhani. Mustaka digunakan untuk melambangkan keluhuran dan kewibawaan.

Prasasti yang tertera pada dinding depan, Masjid Keraton Soko Tunggal diresmikan pada Rabu Pon, 28 Februari 1973 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Masjid ini selesai dibangun pada Jum'at Pon, 21 Rajab Tahun Be. Ditandai dengan Candrasengkala "Hanembah Trus Gunaning Janma" 1392 Hijriyah atau 1 September 1972 dengan suryasengkala "Nayana Resi Anggatra Gusti".

Masjid ini selalu ramai dikunjungi, baik warga sekitar maupun wisatawan. Apalagi tempatnya berada di komplek wisata Tamansari yang selalu ramai dikunjungi.