Menstrual cup jadi pengganti pembalut yang berbentuk corong dan terbuat dari karet atau silicon. Berbeda dengan pembalut yang biasanya digunakan untuk menyerap darah, menstrual cup digunakan untuk menampung darah. Menstrual cup juga bisa digunakan berkali-kali dengan dibersihkan secara rutin.

menstrual cup juga perlu dibersihkan atau disterilkan dengan cara direbus di air mendidih hingga bersih setiap bulan. Tanpa perawatan yang rutin, penggunaan menstrual cup akan meningkatkan risiko terjadinya sejumlah gangguan kesehatan, seperti iritasi dan infeksi pada vagina.

Melansir dari HaiBunda.com, pakar kesehatan wanita, Jennifer Wider, MD, mengatakan bahwa mereka yang menggunakan menstrual cup harus tetap melepasnya segera mungkin setelah mencapai siklus maksimum sekira 12 jam, ini tentunya bertahan lebih lama dari pemakaian tampon. Hal ini penting guna menjaga kebersihan area intim selama haid.

"Ada beberapa bukti bahwa wanita yang menggunakan menstrual cup mungkin berisiko lebih tinggi terkena infeksi, atau setidaknya lebih berisiko mengalami iritasi. Ini dikarenakan wanita tidak meluangkan waktu untuk membersihkan setelahnya ataupun membersihkan tangan mereka. Sehingga kemungkinan bakteri dan kuman lain mencemari menstrual cup yang dipakai," ujar Wider.

Wider juga mengingatkan, wanita yang memakai menstrual cup ternyata justru bisa lebih rentan terkena infeksi. Tetapi, semua potensi risiko kesehatan tersebut berkaitan dengan kebersihan personal masing-masing.