“Nabi Shallallahu alaihi wasallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam salatnya, lalu ia tidak memanjatkan salawat pada Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Beliau pun berkata, “Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam doanya.”
Kemudian, beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan pada lainnya, “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bersalawat pada Nabi Shallallahu alaihi wasallam, lalu mintalah doa yang diinginkan.” (HR. Tirmidzi no. 3477 dan Abu Daud no. 1481. Abu Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir menilai sanad hadits tersebut hasan).
Keutamaan Salawat saat Berdoa
Ibnul Qayyim menyatakan pula bahwa membaca salawat pada saat berdoa, kedudukannya seperti membaca Al-Fatihah dalam salat. Jadi, pembuka doa adalah salawat pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Untuk salat, pembukanya adalah dengan bersuci. Ahmad bin Abu Al Hawra pernah mendengar Abu Sulaiman Ad Daroniy berkata, “Siapa yang ingin memanjatkan hajatnya pada Allah, maka mulailah dengan bersalawat pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, lalu mintalah hajatnya.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan Rasulullah Ketika Terjadi Gempa Bumi
