Kemudian, tutuplah doa tersebut dengan salawat pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, karena salawat pada beliau akan membuat doa tersebut maqbulah (mudah diterima).” (Jalaa-ul Afham, hal. 335-336).
Dari Zirr, dari ‘Abdullah, ia berkata,
“Aku pernah salat dan kala itu Abu Bakr dan ‘Umar bersama dengan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Ketika aku duduk, aku memulai doaku dengan memuji Allah, lalu bersalawat pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, kemudian aku berdoa untuk diriku sendiri."
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam pun bersabda, “Mintalah, engkau akan diberi. Mintalah, engkau akan diberi.” (HR. Tirmidzi no. 593. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini hasan).
‘Umar radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Sesungguhnya doa itu diam antara langit dan bumi, tidak naik ke atas hingga engkau bersalawat pada Nabimu Shallallahu alaihi wasallam” (HR. Tirmidzi no. 486. Syaikh Al Albani menyatakan hadis ini hasan).
