Dikutip dari dokumentasi Harian Republika, Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan Allah SWT membuka seluruh pintu surga bagi para penghafal Al-Qur'an dan memanggil seluruh anggota keluarga para penghafal Al-Qur'an untuk berbondong-bondong masuk ke dalamnya. 

Akan tetapi, menurut Ustaz Adi, tak semua para penghafal Al-Qur'an akan mendapatkan kemuliaan tersebut. 

Menurut Ustaz Adi, para penghafal Al-Qur'an terbagi menjadi tiga jenis yakni pertama, penghafal Al-Qur'an yang zalim dalam perilakunya. Jenis penghafal Al-Qur'an jenis ini mampu menghafal Al-Qur'an bahkan membacanya dengan benar sesuai dengan kaidah, tetapi perilakunya menyimpang dari Al-Qur'an.

"Penghafal Al-Qur'an yang zalim ini menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Seperti ada orang yang hafal qulhuallahu ahad, dia hafal suratnya sempurna membacanya cuma sayang tidak digunakan dalam hidupnya, lisannya bisa mengucapkan semua agama itu sama," tutur Ustaz Adi. 

Penghafal Al-Qur'an yang kedua, yakni para penghafal yang belum bisa mengamalkan Al-Qur'an yang dihafalnya untuk kemaslahatan umat. Dia sebatas menghafal dan mengambil manfaatnya bagi dirinya sendiri.