Peristiwa berikutnya adalah saat Ibu Nabi Musa 'Alaihisallam mendapat Ilham dari Allah. Saat Fir’aun sedang mencanangkan untuk menghabisi seluruh anak laki-laki di negerinya, ibu Nabi Musa teramat sedih dan khawatir bahwa putranya akan turut dihabisi. Namun dengan kekuasaan Allah, Allah memberikan ilham kepada Ibu nabi Musa.
Akhirnya Nabi Musa dihanyutkan ke Sungai Nil, lalu ia ditemukan oleh istri Fira’un. Dan karena bayi tersebut tidak mau menyusui kepada siapapun, akhirnya Allah mengembalikan bayi tersebut ke pangkuan ibunya untuk disusui. Kita lihat betapa sentral peranan Ibu dari Nabi Musa A.S. dalam peristiwa di atas.
Kedudukan seorang ibu begitu mulia. Posisinya lebih berharga dari berlian. Dan dzalam tingginya derajatnya itu, cinta Ibu pada kita, sungguh tak bertepi. Dari kisah peristiwa ibunda para nabi di atas, sangat jelaslah betapa kedudukan Ibu sangatlah tinggi dan menghormatinya adalah bukti keimanan kita dan tanda akan kemuliaan seseorang. (C)
Penulis: Haerani Hambali
