Gladbach perlahan menemukan ritme permainan mereka. Fabio Chiarodia sempat memaksa kiper Dennis Seimen melakukan penyelamatan, sebelum Joe Scally menyamakan kedudukan pada menit ke-38. Berawal dari tendangan voli Zento Uno, Scally dengan cerdik membelokkan bola menggunakan tumitnya ke gawang Stuttgart. Skor 1-1 bertahan hingga jeda, meski Wael Mohya nyaris membawa Gladbach unggul lewat tendangan yang membentur mistar pada masa injury time babak pertama.
Mohya Mengubah Jalannya Laga
Setelah turun minum, Gladbach tampil jauh lebih agresif. Enam menit babak kedua berjalan, Mohya berduel dengan dua pemain Stuttgart di sisi kiri sebelum mengirim umpan matang kepada Shuto Machino. Penyerang asal Jepang itu tanpa ampun melepaskan tembakan keras ke atap gawang untuk membawa Gladbach berbalik unggul 2-1.
Stuttgart merespons dengan memasukkan tiga pemain sekaligus, yakni Deniz Undav, Bilal El Khannouss, dan Jamie Leweling, untuk menambah daya gedor. Namun justru Gladbach yang kembali mencetak gol pada menit ke-66. Kemelut di depan gawang Stuttgart berakhir dengan umpan Scally yang disundul Mohya dari jarak dekat menjadi gol ketiga tim tamu. Gol itu melengkapi penampilan gemilang Mohya yang sebelumnya sudah mencatatkan satu assist.
Pelatih Gladbach Alexander Blessin patut memuji perubahan sikap anak asuhnya di babak kedua. Timnya bermain lebih langsung dan berani menekan, berbeda dengan penampilan ragu-ragu pada awal laga. Mohya menjadi pusat permainan menyerang Gladbach, aktif dalam duel dan pergerakan tanpa bola yang membuka ruang bagi rekan-rekannya.
