YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Pohon jambu di samping rumahnya menjadi saksi kegigihan K.H. As'ad Humam hingga menemukan metode iqra, walau dalam kondisi cacat fisik yang dialaminya sejak remaja.
Metode Iqra yang ditemukannya kini telah santer ke seluruh pelosok terpencil negeri, bahkan ke negeri jiran, Malaysia dan Singapura. Metode Iqra terus diwariskan dan diajarkan dari generasi ke generasi.
Tingkat keberhasilan metode Iqra dalam sebuah studi yang dilansir dari republika.co.id, cukup fantastis. Efektivitasnya mencapai 89,9 persen bagi anak usia Taman Kanak-Kanak dalam waktu enam hingga 18 bulan.
Nama aslinya As'ad. Humam adalah ayahnya, K.H. Humam Siraj. Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1933. Ia adalah anak kedua dari 7 bersaudara. Mereka tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede, Yogyakarta. Profesi K.H. As'ad Humam adalah sebagai pedagang barang imitasi di pasar Bringharjo, Malioboro, Yogyakarta.
Menurut tuturan H.M. Budiyanto yang telah bergabung dengan dakwah beliau serta turut serta merintis berdirinya Tim Tadarus AMM, seperti dilansir dari kumparan.com, Pak As sapaan K.H. As'ad Humam, berperawakan kecil.
