"Dilihat dari keadaan fisiknya Pak As termasuk orang yang kecil, wajah biasa-biasa saja dan kerempeng (berat badan tidak lebih dari 50 kg). 'Wajah saya tidak seindah fotonya' demikian Pak As sering berkelakar tentang dirinya,” tulis Budiyanto.
Ia mengalami cacat fisik sejak berusia 18 tahun, pasca ia terjatuh dari pohon. Tulang belakangnya mengalami pengapuran. Karena ini juga ia putus sekolah, terhenti di kelas dua Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Penyakit itu membuat Pak As, tak leluasa bergerak di sepenuh hidupnya. Bahkan saat salat Pak As harus melakukannya dengan duduk lurus, karena tak bisa melakukan posisi ruku dan sujud.
Baca juga: Profil Jack Ma, Pebisnis Ternama yang Menghilang
“Dalam keseharian, salatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya,” tulis Heni Purwono dilansir dari Tirto.id.
