Dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id, Pak As menciptakan metode iqra setelah pertemuannya dengan K.H. Dachlan Salim Zarkasyi dari Semarang. Kiai Dachlan adalah penemu metode Qiro'ati, salah satu metode pengajaran Alquran.
Dilansir dari nahdlatululama.id, K.H. Dachlan Zarkasyi melihat pengajaran Alquran yang tidak tartil, terutama tidak adanya ilmu tajwid, sehingga menciptakan metode Qiro'ati dan telah membukukannya sejak tahun 1963.
Pak As turut mengajarkan metode Qiro'ati itu kepada anak-anak, sembari melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pengajaran metode tersebut. Hasil eksperimennya itu dicatat lalu diajukan kepada K.H. Dachlan Zarkasyi untuk memperbarui metode Qiro'ati.
Gagasan-gagasan pembaruan itu ditolak oleh K.H. Dachlan Zarkasyi. Alasan Kiai Dachlan menolak itu karena menurutnya Qiro’ati adalah inayah dari Allah sehingga tak perlu perubahan.
Masing-masing kukuh dengan pendapatnya. Oleh karena perbedaan pendapat ini, pada tahun 1983, Pak As dan 17 pemuda mendirikan Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Musala (AMM) yang bertujuan menggerakkan masjid dan musala untuk menyelenggarakan tadarus. Inilah cikal-bakal metode Iqra.
