KENDARI, TELISIK.ID - Sehebat apa pun seorang pemimpin, pasti tak luput dari kritik. Bahkan para khalifah besar dalam sejarah Islam, yang dikenal bijak dan adil, tak luput dari kritik dan teguran rakyatnya. Bagi banyak pemimpin, kritikan bisa menjadi ujian ego, bagaimana mereka merespons teguran tersebut.
Dikutip dari Nu Online, Sayyidina Umar bin Khattab memberikan teladan dalam merespons kritikan. Alih-alih marah atau merasa terancam, Umar menyikapi kritik dengan ketenangan dan kebesaran hati. Ketika ditegur atau dikritik oleh rakyatnya, ia tak pernah membalas dengan amarah, melainkan dengan kesantunan.
Sikapnya menunjukkan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kemampuannya menerima kritik dengan lapang dada, kemudian membenahi kepemimpinannya.
Suatu hari di tengah khalayak ramai, Umar bin Khattab, sang Khalifah yang dikenal tegas namun adil, didatangi oleh seorang pria. Dengan lantang pria tersebut berseru, “Bertakwalah kepada Allah, wahai Umar!”
Seruan ini mengejutkan banyak orang di sekelilingnya. Sebagian dari mereka merasa bahwa Umar sebagai pemimpin yang dihormati tak sepatutnya diberi peringatan seperti itu di depan umum. Mereka hendak menyuruh pria itu diam, tetapi sebelum ada yang bertindak, Umar menghentikan mereka.
