Ibadah Haji merupakan ritual bernuansa Psiko-Feminis sekaligus ritual Psikotetri dan Ginekologis yang memperkenalkan proses prenatal manusia, yakni masa ketika bayi masih berada didalam kandungan ibu dan pascanatal, yakni ketika bayi setelah dilahirkan.
Adapun Pakaian Ihram yang berwarna putih merupakan simbol kesucian. Hal ini adalah isyarat bahwa bayi yang dilahirkan masih dalam keadaan suci, bersih tanpa noda, seperti pakaian ihram yang berwarna putih.
Ketika memakai pakaian ihram, jamaah haji tidak boleh mengenakan pakaian dalam. Sebagai suratan bahwa manusia sejak lahirnya tidak membawa sesuatu apapun, termasuk pakaian dibadan dan harta bendalainnya.
Sementara itu, Tawaf yang dilakukan dengan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, merupakan suatu gambaran di mana bayi juga berputar sebanyak 7 kali selama 7 bulan, setelah 2 bulan sebelumnya ia menjadi janin di dalam kandungan ibunya.
Sa'i adalah berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwah, yang melukiskan peristiwa Ibunda Hajar bergerak dinamis mencari air untuk mengobati dahaga anaknya Ismail AS.
