Dalam buku Pesan & Kisah Kiai Ahmad Dahlan dalam Hikmah Muhammadiyah (2007) karya Abdul Munir Mulkhan, Ki Dahlan pernah berujar , "Jika malu, mengapa ketika kalian sakit lalu pergi ke dokter laki-laki? Apalagi ketika hendak melahirkan anak. Jika kalian memang benar-benar malu, hendaknya terus belajar dan belajar dan jadilah dokter, sehingga akan ada dokter perempuan untuk kaum perempuan.”
Di zaman itu pemikiran Ki Dahlan terhitung nyeleneh. Bahkan di beberapa daerah mungkin masih ada pemikiran yang meminorkan peran perempuan dalam pendidikan. Adagium konvensional yang mengatakan perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, toh ujung-ujungnya kembali ke dapur. Ki Dahlan berpendapat bahwa perempuan juga harus menempuh pendidikan sebagai seorang manusia yang merdeka, sama seperti halnya laki-laki.
3. Pendidikan Seumur Hidup
Jadilah guru sekaligus jadilah murid. Demikianlah pesan Ki Dahlan pada suatu momen. Pemikiran terbuka Ki Dahlan ini mengamanatkan pendidikan seumur hidup. Bahwa manusia siapapun termasuk guru mestilah terus belajar, dimanapun, dan kapanpun, bahkan berguru kepada siswa sekalipun, seperti memberikan ruang kepada siswa untuk mengajar.
Selamanya manusia akan selalu fakir dalam samudera ilmu yang sangat luas. Semakin belajar, seorang pembelajar mestinya semakin bodoh, karena semakin tahu banyak hal yang tidak diketahuinya. Sikap demikian memancarkan kerendahan hati, keterbukaan terhadap hal-hal baru, kesediaan dikoreksi.
