Baca juga: Mengenal Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan

4. Ilmu Amaliah

Beberapa kali pertemuan Ki Dahlan terus mengajarkan Surat Al-Maun, hingga pada satu kesempatan muridnya menyanggah bahwa mereka telah memahami pengajaran Surat Al-Maun itu. Lalu Ki Dahlan bertanya, "Sudahkah kalian amalkan?"

Ilmu yang sesungguhnya tidak hanya jadi konsep-konsep yang menumpuk di dalam kepala tapi kering manfaat. Gelarnya berjubel berderet-deret, tapi tak mampu melakukan transformasi dan pemecahan masalah-masalah sosial. Ki Dahlan mengajarkan bahwa semakin berilmu seseorang mestinya semakin sosialis, semakin peka terhadap kondisi lingkungan, blusukan ke tengah-tengah masyarakat, lalu menuntun mereka memecahkan masalah yang dihadapinya, gayeng dalam gerak filantropi.

Sejalan dengan pemikiran Toto Rahardjo dalam buku Sekolah Biasa Saja, mengatakan apa gunanya sekolah, jika hanya mengajarkan ilmu-ilmu pergi. Banyak nian kita temui dalam kehidupan, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin menjauhi desa. Desa atau kampung dengan pertaniannya seperti tempat jorok, kolot, bau yang harus dijauhi. Orang hanya yang berpendidikan kini, hanya berbondong-bondong mengejar gaji yang besar dan bekerja di perusahaan-perusahaan ternama.